Polewali Mandar – Bajastvsumsel.com : Kasus penembakan yang menewaskan Husain (35), warga Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kini memasuki babak baru. Kepolisian setempat mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum anggota Polda Sulbar dalam peristiwa tragis yang diduga merupakan pembunuhan berencana itu.

Perkembangan tersebut muncul setelah penyidik mengantongi sejumlah bukti kuat dan keterangan saksi kunci yang mengarah pada keterlibatan aparat penegak hukum. Kapolres Polman AKBP [nama Kapolres] membenarkan bahwa tim penyidik tengah melakukan pendalaman intensif terhadap dugaan tersebut.

“Kami sudah mengantongi nama salah satu oknum anggota yang diduga ikut terlibat. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan intensif,” ujar Kapolres Polman kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).

Menurut hasil penyelidikan awal, korban Husain ditembak menggunakan senjata api ilegal jenis pistol di area perkampungan pada akhir Oktober lalu. Insiden tersebut sontak menggegerkan warga setempat karena terdengar letusan senjata api di tengah malam.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan seorang tersangka utama berinisial IDY (35), yang diketahui merupakan mantan anggota TNI. Dari hasil pemeriksaan, IDY mengakui berperan sebagai pemasok senjata api yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Namun, hasil pengembangan penyidikan mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk oknum aparat aktif.

Penanganan perkara kini diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulbar untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan bebas intervensi.

Kabid Humas Polda Sulbar Kombes [nama pejabat humas] menegaskan, institusinya tidak akan mentolerir jika benar ada anggota polisi yang terbukti terlibat dalam tindakan kriminal.

“Tidak ada toleransi bagi anggota Polri yang melanggar hukum. Siapa pun yang terlibat, apalagi dalam tindak pidana berat seperti pembunuhan, akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban berharap penyidikan dilakukan secara terbuka, adil, dan profesional. Mereka menuntut agar seluruh pelaku, termasuk oknum aparat jika terbukti bersalah, dihukum seberat-beratnya tanpa pandang bulu.

Kasus ini mendapat sorotan luas dari masyarakat Sulawesi Barat, lantaran menyingkap kembali persoalan serius terkait integritas aparat penegak hukum dan peredaran senjata api ilegal di daerah tersebut.

Polisi berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan uji balistik rampung dalam waktu dekat.(*)