Lampung Utara Bajastvsumsel.com : Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi atau P3TGAI dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 di Desa Neglasari Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung, diduga kuat  dijadikan ajang korupsi oleh Tim Pelaksana Balai (TPB).
Pasalnya, dari awal pelaksanaan kegiatan tersebut telah menyalahi petunjuk pelaksanaan petunjuk teknis, dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat  seperti tidak adanya plang kegiatan.
Hasil pantauan media ini, terlihat  baru hitungan bulan pembangunan tersebut sudah tampak  tidak terawat di penuhi rumput.
Sesuai yang disampaikan oleh narasumber warga desa neglasari yang enggan dipublikasikan namanya.
Sebut saja Dalang  (nama samaran)  menuturkan saat dikonfirmasi tim Bakastvsumsel.com, diketahuinya saat pekerjaan berlangsung pada bulan November tidak menggunakan syarat Safety Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)  seperti helem pelindung kepala  sepatu bot rompi dan sarung tangan , bahkan  upah tenaga kerja pun sangat murah hanya Rp1500rupiah per cetak.  sedangkan  dalang membandingkan kegiatan P3TGAI di tahun 2022 per cetak hingga 2000 rupiah.
Dalang menambahkan kegiatan P3TGAI tahun 2024 dari anggaran 195 juta ada  anggaran 5 persen untuk  persiapan , koordinasi, perencanaan, rapat pelaksanaan, dan fasilitas kesehatan seperti  penyediaan vitamin dan nutrisi tambahan  agar menjaga stamina pekerja.
“Namun semua itu tidak di realisasikan oleh tim pelaksana balai,” cetusnya.
Seiring yang disampaikankan oleh dalang,  selah satu Tokoh Masyarakat Desa Neglasari menyampaikan hal serupa bahwa sejak berjalannya pembangunan irigasi atau P3TGAI tidak adanya keterbukaan ataupun musyawarah masyarakat.
“Tau tau pekerjaan tersebut sudah selesai, saya meminta ke balas besar agar pembangunan P3TGAI di desa Neglasari di audit pekerjaan nya maupun laporan penggunaan agaran karna menurut penilaian saya diduga ada unsur Mark-up anggaran,” pungkasnya.
Secara terpisah saat tim media Bajastvsumsel.com ingin  konfirmasi Jumadi, selaku  ketua tim pelaksana balai selalu tidak ada di lokasi pekerjaan ataupun di rumah ,  dihubungi via WhatsApp tidak direspon. (Ujang/tim)