Lampung Barat-Bajastvsumsel.com : Dalam rangka penanggulangan interaksi negatif antara manusia dan satwa liar, di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), dan Suoh Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djasual akan tinjau langsung lokasi kejadian konflik tersebut di BNS pada Minggu (27/5/2025).

Hal tersebut tertera dalam surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Lampung, pada Jum’at (25/5/2025) kemarin.

Dijelaskan dalam surat tersebut, Kunjungan orang nomor 1 di Lampung itu, dalam rangka meninjau langsung lokasi konflik antara manusia dan satwa liar, serta meminimalisir dampak konflik, baik korban jiwa maupun materil dan menentukan langkah-langkah terpadu.

Dalam surat edaran itu Gubernur Lampung melibatkan sejumlah pihak, masing-masing, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Komandan Resor Militer 043 Garuda Hitam (Danrem 043 Gatam), Kepala Badan Intelijen Daerah Lampung, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Lampung dan Kepala Balai Besar Taman Bukit Barisan Selatan (BTNBBS).

Tanggapan Direktur LK21

Direktur LK21, Ir. Edy Karizal, menyambut baik langkah ini. “Respon cepat Gubernur menunjukkan keseriusan pemerintah menyikapi kerusakan hutan dan konflik satwa. Ini menyangkut kelangsungan ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dukungan Founder GERMASI

Dukungan juga datang dari Founder GERMASI, Ridwan Maulana. Ia menegaskan bahwa kehadiran Gubernur membuktikan bahwa suara masyarakat didengar. “Kami harap ini tak berhenti pada kunjungan, tetapi diikuti dengan tindakan hukum tegas,” katanya.

Peninjauan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengungkap praktik alih fungsi lahan ilegal, memperkuat pengawasan, serta mengembalikan fungsi hutan sebagai aset vital pelindung lingkungan di Provinsi Lampung. (Red/*)