Makassar – Bajastvsumsel.com : Aula Universitas Muslim Indonesia (UMI) hari itu dipenuhi wajah-wajah bahagia. Ribuan mahasiswa duduk rapi menanti momen sakral pengalungan toga. Namun di antara barisan kursi yang penuh, ada satu kursi kosong. Kursi itu disediakan untuk almarhumah Husnul Khatimah, S.Ag., mahasiswi berprestasi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 yang tak sempat merasakan hari kelulusannya.
Husnul sudah menuntaskan sidang skripsinya. Ia bahkan telah resmi mendaftar untuk mengikuti wisuda. Namun takdir berkata lain. Sang mahasiswi Fakultas Agama Islam itu dipanggil Allah lebih cepat, meninggalkan keluarga dan sahabat yang masih ingin berbagi kebanggaan bersamanya.
Meski raganya tak lagi hadir, pihak universitas tetap memberikan penghormatan. Gelar akademik Husnul diserahkan secara simbolis. Momen yang membuat ribuan pasang mata basah adalah ketika Bripda Indra Setiawan, adik kandung Husnul yang bertugas sebagai anggota kepolisian, melangkah ke atas panggung. Dengan seragam dinasnya, ia menerima toga dan ijazah kakaknya di hadapan rektor, dosen, dan seluruh wisudawan.
Suasana hening berubah haru. Beberapa dosen tak kuasa menahan tangis. Para orang tua yang hadir larut dalam rasa kehilangan, seakan mengingatkan semua bahwa di balik kebanggaan akademik, kehidupan manusia adalah misteri yang tak bisa ditebak.
Rektor UMI dalam sambutannya mengatakan, “Kematian bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Husnul telah menuntaskan studinya dengan gemilang. Semoga ilmu dan amalnya menjadi cahaya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.”
Momen itu menjadi pengingat keras bagi banyak orang: bahwa umur manusia terbatas, tapi warisan berupa ilmu, iman, dan akhlak akan abadi.
Husnul Khatimah dikenal sebagai mahasiswa yang rajin, aktif dalam organisasi, dan rendah hati. Sahabat-sahabatnya menyebut ia tak hanya pintar, tapi juga selalu siap membantu orang lain. “Dia sering bilang, belajar bukan untuk diri sendiri saja, tapi juga untuk bermanfaat bagi orang lain,” tutur salah seorang rekannya.
Kini, nama Husnul resmi tercatat sebagai sarjana. Ia tidak sempat menjejakkan kaki di panggung wisuda, namun kebanggaan itu tetap abadi dalam doa keluarga, kampus, dan masyarakat yang mengenalnya.
Hari itu, bukan hanya Universitas Muslim Indonesia yang berduka. Banyak yang belajar dari kisah Husnul: tentang arti cinta keluarga, perjuangan meraih ilmu, dan ketulusan mengabdi.
Mari kirimkan doa terbaik untuk almarhumah Husnul Khatimah, S.Ag. Semoga Allah menempatkannya di surga-Nya yang terbaik.(*)










